This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Cara Thaharah Yang Benar Dalam Islam

Thaharah Adalah...!!!

Cara thaharah yang benar dalam islam artinya ialah hal bersuci atau kebersihan. Penjelasan pokoknya adalah bagaimana cara kita mensucikan diri (badan, pakaian dll) agar dapat sah dalam menjalankan ibadah kita sehari-hari. Hal yang sangat penting dalam bersuci disini adalah dengan menggunakan air karena, Air itu merupakan unsur yang memiliki peran paling penting dalam kehidupan setiap makhluk yang hidup di muka bumi ini.

Awal mula segala sesuatu yang hidup adalah air. Abu Hurairah RA berkata kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, ketika melihatmu, aku merasakan kebahagiaan dan kepuasan di dalam diriku. Beri tahu padaku tentang sesuatu.” Rasulullah SAW bersabda, “Segala sesuatu diciptakan dari air.” Abu Hurairah berkata lagi, “Beri tahu aku tentang amalan yang bila aku kerjakan, aku akan masuk surga.” Rasulullah SAW bersabda, “Tebarkan salam pada sesama umat muslim, beri makan orang yang tidak mampu, sambunglah silaturrahim, bangun sepertiga malam dan shalatlah maka, engkau akan masuk surga dengan selamat,” (HR. Ahmad).

Cara Thaharah Yang Benar Dalam Islam
Mengenal Cara Thaharah Yang Benar Dalam Islam


Adapun Thaharah Pada Ilmu Fiqih

1. Menghilangkan najis
2. Berwudhu
3. Mandi
4. Tayamum

Macam - Macam Air Untuk Thaharah

Jenis air yang boleh digunakan untuk bersuci / thaharah ada 7 macam singkatnya adalah air bersih yang sewajarnya, yaitu;
1. Air hujan
2. Air sungai
3. Air laut
4. Air dari mata air
5. Air sumur
6. Air salju
7. Air embun

Pembagian Air

Air dapat dibagi menjadi 4, yaitu ;
Pada bahasan pertama ini adalah Air suci dan mensucikan artinya, bisa dipergunakan untuk bersuci dan tidak makruh. Air yang semacam itu ialah air mutlak (muthlaq).

Bahasan kedua adalah Air yang suci tetapi tidak dapat dipergunakan untuk bersuci seumpama wudhu, mandi dan menghilangkan najis. Air yang seperti ini contohnya ;
1. Air sedikit yang telah digunakan atau bekas dipakai (musta’mal) dari berwudhu atau mandi.
2. Air yang bercampur dengan campuran air suci, umpamanya air kopi, air teh dsb.

Pembahasan ketiga Air yang suci dan dapat mensucikan, tetapi makruh memakainya yaitu air yang terjemur (musyammas).

Pembahasan terakhir yang ke-empat adalah Air bernajis (mutannajis) dan air yang bernajis iniada 2 macam, yakni ;
1. Jika air itu sedikit, kemudian kemasukan najis maka, ia tidak sah dipakai untuk bersuci,dan ia tetap najis hukumnya baik berubah sifatnya atau tidak.
2. Jika air itu banyak (artinya lebih dari 216 liter) maka, apabila kemasukan najis yang terlalu sedikit yang tidak merubah sifatnya maka, hukumnya tetap suci dan dapat sah dipergunakan untuk bersuci tetapi, apabila berubah sifatnya (bau, rupa, dan rasanya) maka tidak dapat lagi dipergunakan untuk bersuci.

Najis (kotoran)

Yang dimaksud dengan najis atau kotoran disini adalah air kencing, darah, nanah, bangkai, bekas dijilat anjing dsb. Semua najis itu harus dibersihkan dari badan kita, pakaian kita, dan tempat kita. Berikut ini adalah pembagian najis, yaitu ;

Najis ringan, ialah air kencing bayi laki-laki yang umurnya kurang dari 2 bulan, dan belum makan selain air susu ibu. Cara membersihkannya hanya cukup dengan memercikan air ke bagian yang terkena sampai bersih.

Najis berat, adalah najis dari bekas dijilat anjing atau babi. Cara membersihkannya harus lebih duli dihilangkan wujud benda najis itu kemudian, dicuci dengan air bersih 7 kali, salah satunya dengan campuran tanah.

Najis biasa (sedang), yaitu kotoran manusia atau binatang, air kencing, bangkai (selain bangkai ikan air, belalang dan mayat manusia), darah nanah dan sebagainya selain yang tersebut dalam najis ringan dan berat. Cara membersihkannya cukup sekali dengan air sehingga hilang sifat najinya. Tetapi jika tidak mungkin hilang semua sifatnya (bau, rasa, dan rupanya) maka dimaafkanlah adanya bekas najis itu.

Menurut Wujudnya Najis Terbagi 2, yaitu ;

1. ‘Ainy, artinya berwujud benda.
2. ‘Hukmi, artinya hanya hkumnya saja sedang, wujud bendanya tidak ada.

Macam – Macam Najis Yang Dimaafkan

Adapun beberapa macam najis yang dapat dimaafkan. Diantaranya seperti ;
1. Bangkai binatang yang darahnya tidak mengalir umpamanya seperti nyamuk, kutu dsb.
2. Najis yang amat sedikit sekali.
3. Nanah atau darah dari bisul anda sendiri yang belum kunjung sembuh.
4. Debu yang bercampur najis dan lain sebagainya yang sangat sukar menghindarinya.

Tubuh kita dan pakaian kita senantiasa harus bersih, terlebih lagi jika kita hendak mengerjakan shalat. Maka dari itu sehabis buang air kecil ataupun besar kita diwajibkan untuk bersuci.

Caranya :
Dibersihkan dengan air bersih.
Jika tidak ada air setidaknya, dengan 3 batu atau sesuatu yang kesat yang dapat menghilangkan najis.

Yang terlebih baik lagi adalah apabila dibersihkan dengan keduanya dengan batu atau sebangsanya kemudian dibilas dengan air.


Cara Tayammum Dengan Benar

Mari Belajar Tayammum

Tayamum adalah salah satu cara bersuci sebagai gantinya berwudhu atau mandi apabila, berhalangan memakai air. Penyebab yang boleh melakukan tayammum itu ada 2 perkara seperti, jika tidak ada air, dan sebab sakit yang tidak membolehkan kena air.

Cara Tayammum Dengan Benar

Syarat Tayammum

Adanya udzur (halangan) yang membolehkan tayammum.
Telah datang (masuk) waktu shalat.
Mencari air terlebih dahulu bagi sebabnya yang ketiadaan air.
Dengan debu yang suci.

Rukun Tayammum

Niat, yakni sengaja bertayammum agar sah shalatnya karena Allah Ta’ala.
Mengusap muka dengan debu tanah dari tangan yang baru dipukulkan atau diletakan ke debu.
Mengusap kedua sampai siku dengan debu tanah dari tangan yang baru dipukulkan atau diletakan ke debu jadi, dua kali memukul.
Tertib, yakni berurutan menurut aturan tersebut.

Sunat Tayammum

1. Membaca basmallah.
2. Mendahulukan anggota yang kanan.
3. Menepiskan debu di telapak tangan.
4. Berturut turut yakni tidak diselingi oleh antara yang lama.

Yang Membatalkan Tayammum

Semua yang membatalkan wudhu.
Melihat air bagi yang sebabnya ketiadaan air.
Kerana murtad dan kafir.

Sesudah tayammum boleh atau sah mengerjakan shalat fardhu sekali saja, dan seterusnya boleh mengerjakan shalat sunat seberapa suka. Apabila hendak shalat fardhu lagi maka wajiblah bertayammum lagi. Yang demikian itu jika sekira tidak batal tayamummnya. 

Berikut cara mengerjakannya ;
1. Lebih dulu dicari debu atau tanah yang berdebu.
2. Membaca basmallah.
3. Berniat dalam hati, seperti “Sengaja saya bertayammum agar sah shalat saya karena Allah Ta’ala.”
4. Menepukan kedua belah telapak tangan ke atas debu. 
5. Mengusapkan tangan yang berdebu itu ke muka seperti dalam berwudhu.
6. Menepuk kedua telapak tangan sekali lagi ke atas debu.
7. Mengusapkan telapak tangan kiri sampai ke siku pula.

Tayammum sebagai pengganti mandi itu sama saja dengan tayammum sebagai pengganti wudhu. Yang dimaksud dengan debu ialah debu tanah yang ada ditanah ataupun dipasir. Dan boleh juga tanah kering yang ditumbuk sehingga menjadi debu. Semoga artikel ini dapat membantu atau menambah pengetahuan seputar bersuci sekiranya mempunyai kondisi yang tidak ada air atau tidak bertemu air sama sekali.

Adab Pada Shalat Jum'at

Tentang Shalat Juma’at

Shalat jum’at ialah shalat 2 rakaat pada hari jumat pada waktu dzuhur sesudah 2 khutbah. Orang yang menjalankan shalat tidak perlu lagi mengerjakan shalat dzuhur pada hari itu. Shalat jum’at itu hukumnya Fardhu ain bagi laki-laki dewasa, tidak dalam bepergian dan bukan budak belian.

Adab Pada Shalat Jum'at

Syarat Shalat Jum’at

Diadakan dalam kampung yakni, ditempat yang ramai tidak ditempat yang terpencil.
Dilakukan dengan berjama’ah.
Dilakukan pada waktu dzuhur.
Didahului oleh 2 khutbah.

Rukun Khutbah

memuji Allah SWT pada khutbah pertama dan kedua.
Membaca sholawat atas nabi Muhammad SAW.
Memberi nasehat (wasiat) agar hadirin takut (taqwa) kepada Allah SWT.
Membaca ayat Al-Qur’an.
Berdoa untuk orang-orang mu’min pada khutbah yang kedua.

Syarat Khutbah

1. Dikerjakan pada waktu dzuhur.
2. Khatib harus suci dari hadas dan najis.
3. Khatib menutupi ‘aurat.
4. Dengan berdiri.
5. Dengan duduk antara 2 khutbah.

Sunat Khutbah

Berkhutbah dari atas tempat yang lebih tinggi, umpanya mimbar dan sebagainya.
Dengan suara yang keras dan lancar.
Memberi salam sesudah naik ke atas mimbar.

Halangan Shalat Jum’at

1. Sakit.
2. Hujan lebat.

Cara mengerjakan Shalat Jum’at

Apabila seseorang hendak melaksanakan shalat jum’at lebih dahulu mandi membersihkan gigi, rambut, kuku, serta pakaian yang paling baik, bersih, dan memakai wangi-wangian jika ada, kemudian berangkat e masjid.

Dimasjid lebih dahulu shalat sunat 2 raka’at (Tahiyatul Masjid) kemudian duduk di tempat yang terdekat dengan khatib atau imam, dengan tenang dan tiada beromong-omong sampai selesai khutbah. Apabila telah sampai waktu dzuhur datanglah khatib atau imam yang hendak berkhutbah dengan, memberi salam kepada hadirin kemudian duduk.

Ketika itu bilal atau muadzin menyerukan adzan, setelah selesai adzan  teruslah khatib berkhutbah sebagaimana mestinya. Sebaiknya rukun-rukun khutbah itu dibaca dalam bahasa arab, sedang nasehat-nasehat lain dalam bahasa yang dimengerti oleh hadirin / para jamaah shalat jum’at.

Selesai khutbah pertama duduklah khatib itu sebentar kemudian, berdiri lagi membaca khutbah yang kedua sehingga selesai. Sesudah itu bilal menyerukan iqamah, dan imampun berdiri sedang pada ma’mum berdiri berbaris-baris di belakangnya. Shalat jum’at 2 raka’at dijalankan hingga selesai.imam mengeraskan suaranya pada waktu membaca fatihah dan ayat-ayat lainnya.

Apa Itu Ilmu Fiqih Agama Islam

Belajar Ilmu Fiqih Agama Islam

Ilmu Fiqih

Apa Itu Ilmu Fiqih adalah pengetahuan tentang hukum segala sesuatu menurut ajaran agama islam. Baik yang menangani cara beribadah yang khusus, seperti mengenai cara mengerjakan shalat, cara berpuasa, ataupun yang mengenai cara ber-masyarakat (pergaulan) antara sesama mahluk seperti cara pinjam-meminjam, cara berkeluarga dan lain sebagainya.

Bagian pertama itu dinamakan bagian ibadah atau Mu’amalah ma’allah (Cara berhadapan dengan tuham allah SWT).

Bagian yang kedua itu dinamakan bagian Mu’amalaat, Mu’amalah Ma’a-L-Khalqi (Cara berhadapan atau bergaul dengan mahluk).

Semua itu harus kita ketahui hukum-hukumnya dan juga cara-caranya berdasarkan atas ajaran agama islam.

Apa Itu Ilmu Fiqih Agama Islam

Perintah Dan Larangan

Ajaran agama islam itu berwujud perintah dan larangan. Perintah dalam agama islam itu ada yang pasti-pasti, artinya tidak sekali-kali boleh ditinggalkan. Maka yang sedemikian ini ialah perintah Wajib atau Fardhu namanya. 

Dan ada pula perintah yang tidak pasti benar, hanya apabila dikerjakan tentu lebih baik adanya. Perintah yang sedemikian itu perintah Sunat atau Mandub namanya.

Larangan-larangan dalam agama islam itupun ada yang sekali-kali tidak boleh dikerjakan. Larangan yang sedemikian itu Haram namanya.

Dan ada larangan-larangan yang tidak pasti benar, hanya saja bila ditinggalkan tentu lebih baik. Larangan yang demikian itu Makruh namanya.

Selain dari pada itu semua ada hal-hal yang tidak diperintahkan dan tidak pula dilarang, dan dengan maksud memberi kemerdekaan kepada manusia untuk mengerjakan dan meninggalkannya. Hal-hal yang serupa itu Mubah atau Halal namanya.

Berdasarkan hal-hal yang tersebut diatas itulah adanya pembagian Hukum Yang Lima.

Hukum Yang Lima

Segala sesuatu dapat ditentukan hukumnya dengan salah satu hukum yang lima itu. Menentukan hukum sesuatu menurut ajaran agama islam itulah pekerjaan Ilmu Fiqih yang amat besar. 

Hukum yang lima itu menjadi sebagai berikut ;
1. Wajib dan Fardhu
Asal dari kata wajib dan fardhu ialah : harus / mesti, dan tidak boleh tidak.
Dalam ilmu fiqih berarti : Sesuatu yang apabila dikerjakan kita mendapat pahala dan apabila kita tinggalkan kita berdosa. Maksudnya yaitu : mengerjakan adalah perbuatan yang sangat utama dan jika meninggalkannya adalah merupakan kesalahan dan tercela.

2. Sunat atau Mandub
Asal artinya ialah: jalan, sesuatu yang bisa dipakai / dikerjakan.
Dalam ilmu fiqih berarti : Sesuatu yang apabila kita kerjakan kita mendapat pahala, dan apabila kita meninggalkannya kita tidak berdosa, berarti tidak dipersalahkan.

3. Haram
Asal artinya adalah : sakti, angker, larangan atau pantangan.
Dalam ilmu fiqih berarti : Sesuatu yang apabila kita kerjakan kita berdosa, dan apabila kita tinggalkan kita mendapat pahala.

4. Makruh
Asal artinya ialah : hal yang tidak disukai.
Dalam ilmu fiqih berarti : Sesuatu yang apabila kita tinggalkan kita mendapat pahala, dan apabila kita kerjakan, kita tidak dipersalahkan. Dengan lain perkataan ialah : Sesuatu yang lebih baik ditinggalkannya, meskipun mengerjakanya tidak dianggap salah ayau berdosa.

5. Mubah atau Halal
Asal artinya adalah : dibolehkan atau tidak ada larangan.
Dalam ilmu fiqih berarti : Sesuatu yang boleh kita kerjakan atau kita tinggalkan. Biasanya yang dihukumi mubah itu ialah perbuatan, sedang yang dihukumi halal ialah barang sesuatu.

Pembagian Wajib Dan Sunat

Hal-hal yang wajib atau fardhu itu ada yang harus dikerjakan sendiri oleh setiap orang. Wajib yang serupa itu dinamakan Wajib’ain dan Fardhu’ain, seperti shalat, puasa dan sebagainya. Ada pula hal-hal yang wajib menjadi tanggung jawab bersama (orang banyak) artinya, apabila sudah ada yang mengerjakan sampai cukup maka, semuanya berkewajiban. Wajib dan fardhu yang serupa itu wajib kifayah atau fardhu kifayah namanya, misalnya seperti memelihara mayat, memimpin umat dan lain sebagainya.

Hal-hal yang sunatpun demikian pula, ada sunat’ain yang masing-masing orang yang disayogyakan mengerjakan. Misalnya seperti puasa sunat, halat sunat, dan lain sebagainya. Dan ada pula sunat kifayah yakni, apabila ada yang mengerjakan sampai cuku tidak perlu lagi yang lain mengerjakannya. Misalnya seperti mengucapkan salam dalam suatu rombongan.

Sah, Batal, Syarat, Rukun

Dalam mengerjakan suatu pekerjaan atau peribadatan, telah ditentukan bagian-bagian yang pokok-pokok yang wajib dikerjakan, dan telah ditentukan pula syarat-syarat mengerjakannya. Bagian yang pokok itu Rukun namanya. Maka pekerjaan atau peribadatan yang telah mencakupi syarat dan rukunnya dinamakan Sah atau Sahih, artinya betul, benar atau jadi.

Kebalikannya ialah pekerjaan-pekerjaan yang tidak mencukupi syaratnya dan tidak pula mencukupi rukunnya. Pekerjaan yang serupa itu dinamakan Bathil atau Batal artinya rusak atau tidak sah (tidak betul).

Dengan demikian jelaslah arti : Sah, Batal, Syarat, dan Rukun.

Sah (shah) : Cukup syarat dan rukunnya dan betul.
Batal (bathal) : Tidak cukup syarat dan rukunnya, atau tidak sah.
Syarat asla artinya : Janji.
Syarat di sini : Alat yang mesti mengerjakan sesuatu, dan ia bukan bagian dari pada pekerjaan itu. Sebagaimana ia berwudhu ia menjadi syarat sahnya shalat.
Rukun asal artinya : Tiang atau soko guru.
Rukun di sini : Bagaimana yang pokok. Seperti membaca Allahu Akbar (takbiratul Ihram), yang menjadi rukun shalat.
Mukallaf  : Berarti ialah seseorang yang harus menjalankan perintah dan menjauhi larangan agama itu ialah manusia yang telah dewasa (baligh), berakal (aqil) dan telah mendengarkan seruan agama. Baligh artinya telah cukup umur, yakni bukan anak kecil lagi. Berakal (aqil) artinya tidak gila atau tidah berubah otaknya. Orang-orang yang demikian itu mukallaf namanya. Arti kata mukallaf adalah orang yang diberati tuntunan agama.

Semoga yang saya sampaikan ini berguna dan bermanfaat untuk para pembaca dan semoga menjadi ladangan amal untuk saya, Salam Berbagi.

Bahaya Vaksin Bagi Anak

Apa Bahaya Vaksin Bagi Anak ?

Bahaya Vaksin Bagi Anak - Vaksin bisa disebut juga imunisasi ini ialah memberi vaksin ke dalam tubuh seseorang untuk dapat memberikan kekebalan terhadap suatu penyakit. Kata vaksin berasal dari bahasa Latin vacca yang berarti ialah sapi. Istilah sapi ini karena vaksin pertama berasal dari virus yang menginfeksi sapi (cacar sapi). Vaksin telah menjadi tulang punggung kesehatan masyarakat sejak jaman dulu. Apabila penyakit telah berjangkit pada setiap orang maka, vaksinasi akan muncul didalam benak kita. Hal ini adalah berupa suntikan kesehatan yang dianggap dokter (bahkan lembaga kesehatan negara) sangat penting sebagai pelindung dari serangan suatu penyakit. Tujuan Vaksin ini adalah meniru proses penularan penyakit alami dengan kaidah peniruan. Vaksin itu sendiri adalah suntikan yang mengandung berbagai jenis racun yang dimasukan kedalam tubuh. Jika anda menyangka vaksin dapat membasmi kuman atau bebas dari kuman, dugaan anda sangat meleset.

bahaya vaksin bagi anak
Bahaya Vaksin Bagi Anak

Bahaya Vaksin Bagi Anak Yang Tidak Pernah Di Publikasikan :

  • Pada tahun 1991 – 1994 di amerika sekitar 38.787 dari masalah kesehatan dilaporkan kepada Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS) FDA. Dari jumlah 45% terjadi pada hari vaksinasi, 20% pada hari berikutnya dan 93% dalam waktu 2 minggu setelah vaksinasi. Kematian biasanya terjadi di kalangan anak anak sekitar usia 1s/d 3 bulan.
  • Jerman mewajibkan vaksinasi pada tahun 1939. Jumlah kasus penyakit difteri naik menjadi 150.000 kasus, di mana pada tahun yang sama, Norwegia yang tidak melakukan vaksinasi, kasus difterinya hanya sebanyak 50 kasus.
  • Penularan polio pada skala besar, menyerang anak-anak di daerah Nigeria Utara yang matoritas berpenduduk muslim. Hal ini terjadi setelah diberikan vaksinasi polio, yaitu sumbangan dari amerika serikat (AS) untuk penduduk muslim. Beberapa pemimpin Islam lokal menuduh Pemerintah Federal Nigeria yang menjadi bagian dari pelaksanaan rencana Amerika untuk menghabisi kalangan orang-orang Muslim dengan menggunakan vaksin dan masih banyak lagi.
Vaksin campak menyebabkan dampak buruk terhadap sistem kekebalan tubuh anak-anak / bayi dalam waktu panjang selama 6 bulan sampai 3 tahun. Akibatnya anak-anak yang diberi vaksin mengalami penurunan kekebalan tubuh dan meninggal dunia dalam jumlah besar dari penyakit-penyakit lainnya WHO kemudian menarik vaksin-vaksin tersebut dari pasaran di tahun 1992. Program vaksin yang dilaksanakan di negara afrika dan juga negara dunia ketiga lainnya, hampir selalu terdapat penjangkitan penyakit-penyakit berbahaya di lokasi program vaksin dilakukan. Virus HIV penyebab Aids di perkenalkan lewat program WHO melalui komunitas homoseksual melalui vaksin hepatitis dan masuk ke Afrika tengah melalui vaksin cacar.

Pada kumpulan anak-anak di Amerika Serikat juga mendapat vaksin yang berpotensi membahayakan dan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada tubuh. Berbagai macam imunisasi misalnya, vaksin seperti Hepatitis B, DPT, Polio, MMR, Varicela (Cacar air) terbukti telah banyak memakan korban anak-anak Amerika sendiri, mereka menderita kelainan syaraf, anak-anak cacat, diabetes, autis, autoimun dan lain-lain.

Imunisasi yang benar menurut Islam

Rasulullah SAW sendirilah yang telah mengajarkan tentang vaksin yang baik yang mestinya diberikan pada anak kita.

Imam Bukhari dalam Shahih-nya men-takhrij hadits dari Asma’ binti Abi Bakr ;
Dari Asma’ binti Abu Bakr bahwa dirinya ketika sedang mengandung Abdullah ibn Zubair di Mekah mengatakan, "Saya keluar dan aku sempurna hamilku 9 bulan, lalu aku datang ke madinah, aku turun di Quba’ dan aku melahirkan di sana, lalu aku pun mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, maka beliau Shalallaahu alaihi wasalam menaruh Abdullah ibn Zubair di dalam kamarnya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam meminta kurma lalu mengunyahnya, kemudian beliau Shalallaahu alaihi wasalam memasukkan kurma yang sudah lumat itu ke dalam mulut Abdullah ibn Zubair. Dan itu merupakan makanan yang pertama kali masuk ke dalam mulutnya melalui Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, kemudian beliau men-tahnik-nya, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam pun mendo’akannya dan mendoakan keberkahan kepadanya."

“Anakku telah lahir, kemudian aku membawanya dan lalu mendatangi Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, lalu beliau Shalallaahu alaihi wasalam memberinya nama Ibrahim dan kemudian men-tahnik-nya dengan kurma.” dalam riwayat Imam Bukhari ada tambahan: “maka beliau SAW mendoakan kebaikan dan memdoakan keberkahan baginya, lalu menyerahkan kembali kepadaku.” (Shahihain Bukhari Muslim & Muslim)

Bayi sangat membutuhkan zat gula dalam bentuk glukosa seketika setelah bayi tersebut lahir ke dunia ini, maka memberikan kurma yang sudah dilumat bisa menjauhkan sang bayi dari kekurangan kadar gula yang berlipat-lipat. Sunah dalam tahnik adalah sebagai obat sekaligus tindakan preventif (pengamatan secara sistematik) yang memiliki fungsi terpenting, dan ini adalah mukjizat kenabian Muhammad SAW secara medis dimana sejarah kemanusiaan tidak pernah mengetahui hal ini sebelumnya, bahkan saat ini manusia tahu bahayanya kekurangan kadar glukosa dalam darah bayi sangat berbahaya sekali yang mempunyai dampak sel otak dan otot tubuh bayi tidak memiliki energi atau tenaga untuk berfungsi dengan baik.

Kesimpulan

Imunisasi yang selama ini digemborkan oleh kaum Zionis bisa berdampak pada masalah yang sangat serius bagi kehidupan penduduk didunia. Mereka yang bertujuan untuk menjadikan ras lainnya berada di bawah kekuasaan mereka dengan berbagai cara. Kini saatnya kita harus membuka mata dan bertanyalah pada hati nurani anda dengan berbagai propaganda yang mereka lakukan.

Bahkan Allah telah menyuruh kita berhati-hati kepada berita dari mereka ;
“Hai orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu.” (QS Al-Hujuraat [49] : 6)

Semoga informasi ini dapat menyadarkan anda dari dampak yang ditimbulkan dari vaksin dan juga semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda maupun keluarga anda, Amin ya robbal alamin.